Rabu, 11 Mei 2011

Fisherman and Bisnisman

Suatu hari saya duduk sambil berbaring di pantai Serang yang indah, dengan joran 4,5 meter dan saya tancapkan joran di pasir dan senarnya diterjang ombak biru bening berkilau. Sebatang rokok senantiasa menghias di bibir saya sambil berhayal mata kail sedang dijilat ikan-ikan kecil yang justru akan mengundang monster menarik joran pancing hingga patah. Hehehe....
Saat saya mengepulkan asap rokok, seorang layaknya pengusaha datang berjalan menyusuri pantai, mencoba untuk meringankan beban pikiran kale atau stres dengan hari kerjanya. Kelihatannya orang luar kota dan memang kaya, gayanya memang boss dan saya lihat juga dari mobilnya. Dia melihat saya duduk santai menikmati indahnya air di pantai dan akhirnya dia mendekati saya dan untuk mencari tahu mengapa saya in memancing daripada bekerja lebih keras untuk mencari nafkah untuk keluarga.
"Anda tidak akan dapat ikan banyak dengan cara seperti ini," kata pengusaha itu, "Anda harus bekerja lebih keras daripada berbaring di pantai !"
Saya menatap ramah pada pengusaha itu dan tersenyum sambil, "Apa yang saya peroleh dengan cara itu?" Maksudku dalam hati, "Terus gek nyapooo......?"
"Nah, Anda bisa menggunakan jaring yang lebih besar dan menangkap ikan lebih banyak!" jawab pengusaha.
"Terus nyapo?" saya masih menggumam dengan tetap tersenyum.
Pengusaha itu menjawab, "Anda akan memperoleh uang dan Anda akan dapat membeli sebuah perahu, yang kemudian akan menghasilkan tangkapan ikan besar!"
"Apa yang saya peroleh lagi dengan cara begiitu?" tanyaku lagi.
Pengusaha itu mulai sedikit kesal dengan pertanyaan saya, "Anda dapat membeli perahu yang lebih besar, dan mempekerjakan beberapa orang untuk bekerja untuk Anda!" katanya.
"Apa lagi yang saya peroleh dengan cara itu?" saya mengulangi dengan pertanyaan itu lagi.
Pengusaha itu mulai marah. "Apakah kau tidak mengerti? Anda dapat membangun armada kapal penangkapan ikan, berlayar di seluruh dunia, dan biarkan semua karyawan Anda menangkap ikan untuk Anda!"
Sekali lagi saya bertanya, "Lalu apa yang akan kuperoleh lagi?"
Pengusaha itu merah karena marah dan berteriak padaku, "Anda mengerti atau tidak, bahwa Anda dapat menjadi begitu kaya bahwa Anda tidak harus bekerja untuk kehidupan Anda lagi! Anda dapat menghabiskan seluruh sisa hari-hari Anda duduk di pantai ini, melihat matahari terbenam, Anda akan memiliki hati dalam dunia!"
Saya masih tersenyum, melihat kepadanya dan berkata, "Dan apa yang Anda pikirkan yang saya lakukan sekarang?"
Pengusaha itu diam dan agak kecewa, karena semakin stress setelah mendengar ucapan terakhir saya. Hahaha... memangnya lu pikir siapa beta ...? Hahahaha....

Senin, 02 Mei 2011

Merindukanmu


Lama tlah tinggalkan dirimu, hingga aku rindu membukamu di @http://budielyas.blogspot.com
Teganya teganya teganya jika selama ini kuhanya membuka di http://www.facebook.com saja. Hahaha....

Senin, 06 Desember 2010

Selamat Tahun Baru 1432 Hijriyah


Saya buka kembali kalender setahun yang lalu. Ada kenangan indah yang kutahu dalam 2 tahun ini. 24 Desember 2009 (tanggal 7 Suro), rumah kebobolan maling. Yang hilang laptop, sepeda federal, 1 HP Flexi, 1 HP smart, 2 HP Nokia, 1 HP Fren. Maling masuk melalui bepenlis (jendela) yang memang belum dipasang grendel. Maling dengan mudah mebawa barang itu melalui pintu yang kuncinya digantung di slotnya. Alhamdulillah, nggak bawa motor dan membongkar lemari.
Tanggal 5 Desember 2010 (2 hari menuju 1 Suro) musibah datang tak bilang sebelumnya. Motor dengan kecepatan tinggi menyeruduk mobil dari samping. Masya Allah. Siapa nggak sedih melihat korban terkapar di jalan tak berdaya. Siapa nggak meratap ketika saya kuangkat kakinya patah tak bertulang dan sangat betentangan dengan hati nurani saya jika kubiarkan begitu. Ya Allah, kepadamu aku menyaksikan dan mengalami sendiri selama 2 kali yang kuingat di bulan yang sama dan berdekatan dengan Suro. Subhanallah ...
Hidup ini memang indah, tapi tiada berarti tanpa Ridhomu. Ya Allah....
Maut itu mengancamku jika semua doa ampunan kepadamu tak kau kabulkan, Ya Allah....
Ya Allah, kumohon kepadamu di tahun 1432 Hijriyah ini didekatkan dengan Rahmatmu...
Ya Allah, kumohon kepadamu di tahun 1432 Hijriyah ini didekatkan dengan Taufiqmu...
Ya Allah, kumohon kepadamu di tahun 1432 Hijriyah ini didekatkan dengan Hidayahmu...
Ya Allah, kumohon kepadamu di tahun 1432 Hijriyah ini didekatkan dengan Rahmatmu...
Serta Ridhomu ya Allah....
Jadikan saya sebaik-baik mahluqmu yang menyayangi kepada sesama manusia, ya Allah ...
Dan jadikan aku orang yang bermanfaat bagi orang lain.
Amien....